Suhartini Kajian Kearifan Lokal B-206 KAJIAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM DAN LINGKUNGAN Suhartini Jurusan Pedidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta Abstrak Kearifan lokal merupakan warisan nenek moyang kita dalam tata nilai kehidupan yang menyatu dalam bentuk religi, budaya dan adat istiadat. Dalam
Kearifan lokal berkaitan dengan komunitas masyarakat tertentu. Komunitas ialah suatu unit atau kesatuan sosial yang terorganisasikan dalam kelompok-kelompok dengan kepentingan bersama communities of common interest, baik yang bersifat fungsional maupun yang mempunyai teriotrial. Istilah community dapat diterjemahkan sebagai “masyarakat setempat”. Dalam pengerian lain, komunitas community diartikan sebagai sekelompok orang yang hidup bersama pada lokasi yang sama sehingga mereka telah berkembang menjadi sebuah “kelompok hidup” group lives yang diikat oleh kesamaan kepentingan common interest. Artinya, ada social relationship yang kuat di antara mereka, pada satu batasan geografis tiga istilah yang sering dalam memahami kearifan lokal, yaitu pengetahuan lokal local knowledge, kearifan lokal local wisdom, dan kecerdasan setempat local genius.1 Pengetahuan lokal/tradisional adalah segala sesuatu yang terkait dengan bentuk-bentuk tradisional lokal, baik itu suatu kegiatan ataupun hasil suatu karya yang biasanya didasarkan pada suatu kebudayaan tertentu Avonia, 2006 dalam Sudikan, 2013.2 Kearifan lokal diartikan sebagai pandangan hidup dan pengetahuan serta berbagai strategi kehidupan yang berwujud aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat lokal dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuha mereka. Sistem pemenuhan kebutuhan meliputi seluruh unsur kehidupan agama, ilmu pengetahuan, ekonomi, teknologi, organisasi sosial, bahasa dan komunikasi, serta kesenian Wahono, dkk, 2005. 3 Kecerdasan Setempat local genius merupakan keseluruhan ciri-ciri kebudayaan yang dimiliki bersama oleh suatu masyarakat/bangsa sebagai hasil pengalaman mereka pada masa lampau Wales dalam Sudikan, 2013. Mundardjito Sudikan, 2013 menjelaskan secara implisit hakekat local genius, yaitua. mampu bertahan terhadap budaya luar,b. memiliki kemampuan mengakomodasi unsur-unsur budaya luar,c. memiliki kemampuan mengintegrasi unsur-unsur budaya luar ke dalam budaya asli,d. mempunyai kemampuan mengendalikan,e. mampu memberikan arah terhadap perkembangan kearifan lokal atau kearifan tradisional atau sistem pengetahuan lokal indigenous knowledge system adalah pengetahuan yang khas milik suatu masyarakat atau budaya tertentu yang telah berkembang lama sebagai hasil dari proses hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya Marzali dalam Sudikan, 2013.Kearifan lokal dapat didefinisikan sebagai suatu kekayaan budaya lokal yang mengandung kebijakan hidup; pandangan hidup way of life yang mengakomodasi kebijakan wisdom dan kearifan Dimensi Kearifan LokalMenurut Ife 2014, kearifan lokal memiliki enam dimensi, yaitu1 Pengetahuan lokal, setiap masyarakat selalu memiliki pengetahuan lokal terkait dengan lingkungan Nilai lokal, untuk mengatur kehidupan bersama antar warga itu biasanya mengatur hubungan antara manusia denganTuhannya, manusa dengan manusia, dan manusia dengan Ketrampilan lokal, digunakan sebagai kemampuan bertahan hidupSurvival.4 Sumber daya lokal, pada umumnya adalah sumber daya alam yaitu sumber daya yang tak terbarukan da yang Mekanisme pengambilan keputusan lokal, setiap masyarakat memiliki pemerintahan lokal sendiri seperti kesukuan. 6 Solidaritas kelompok lokal, suatu masyarakat umumnya dipersatukan oleh ikatan komunal yang membentuk solidaritas lokalc. Contoh Kearifan Lokal NusantaraAda beberapa kekayaan budaya, kearifan lokal nusantara yang terkait dengan pemanfaatan alam, di antaranya1 Masyarakat papua, terdapat kepercayaan te aro neweak lako alam adalah aku. Tanah dianggap sebagai bagian hidup manusia. Pemanfaatan sumber daya alam harus Masyarakat Serawai, Bengkulu, terdapat keyakinan celako lingkungan terwujud dari kuatnya keyakinan tata nilai dalam berladang dan tradisi Masyarakat Dayak Kenyah, Kalimantan Timur. Terdapat tradisi tana’ulen. Kawasan hutan dikuasai dan menjadi milik masyarakat Masyarakat Undau Mau, Kalimantan Barat. Kearifan lingkungan dalam pola penataan ruang pemukiman, dengan mengklasifikasi hutan dan Masyarakat Kasepuhan Pancer Pangawinan, Kampung Dukuh, Jawa Barat. Mereka mengenal upacara tradisional, mitos, tabu, sehingga pemanfaatan hutan dilakukan secara hati-hati. Tidak diperbolehkan eksploitasi kecuali atas ijin sesepuh Masyarakat Bali dan Lombok. Mempunyai kearifa lingkungan adalah patokan tingkah laku yang dibuat masyarakat berdasarkan rasa keadilan dan kepatutan masyarakat Masyarakat Baduy mempunyai kearifan lingkungan yang mendasari mitigasi bencana dalam bentuk pikukuh ketentuan adat pokok yang mengajarkan antara lain gunung teu meunang dilebur, lebak teu meunang dirusak gunung tidak boleh dihancurkan, sumber air tidak boleh dirusak.d. Tantangan-Tantangan dalam Kearifan Lokal1 Jumlah PendudukPertumbuhan penduduk yang tinggi akan mempengaruhi kebutuhan pangan dan berbagai produksi lainnya untuk mencukupi kebutuhan manusia. Robert Malthus menyatakan bahwa penduduk yang banyak merupakan penyebab kemiskinan, hal ini terjadi karena laju pertumbuhan penduduk yang mengikuti deret ukur tidak akan pernah terkejar oleh pertambahan makanan dan pakaian yang hanya mengikuti deret hitung Soerjani dkk, 198799.2 Teknologi Modern dan BudayaPerkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang cepat menyebabkan kebudayaan berubah dengan cepat pula. Teknologi modern secara disadari atau tidak oleh masyarakat, sebenarnya menciptakan keinginan dan harapan-harapan baru dan memberikan cara yang memungkinkan adanya peningkatan kesejahteraan manusia. Melihat kenyataan tersebut maka mudah dipahami mengapa cita-cita tentang teknologi lokal cenderung diabaikan, karena kebanyakan orang beranggapan bahwa teknologi modern selalu memiliki tingkat percepatan yang jauh lebih dinamis3 Eksploitasi Sumber Daya AlamEksploitasi terhadap sumber daya alam dan lingkungan sekarang ini telah sampai pada titik kritis, yang menimbulkan berbagai masalah lingkungan dan masyarakat. Di samping masalah lingkungan yang terjadi di wilayah-wilayah dimana dilakukan eksploitasi sumber daya alam, sebenarnya terdapat masalah kemanusiaan, yaitu tersingkirnya masyarakat asli indigenous people yang tinggal di dalam dan sekitar wilayah eksploitasi baik eksploitasi sumber daya hutan, sumber daya laut, maupun hasil tambang. Mereka yang telah turun temurun tinggal dan menggantungkan kehidupannya pada hutan maupun laut, sekarang seiring dengan masuknya modal besar baik secara legal maupun ilegal yang telah mngeksploitasi sumber daya alam, maka kedaulatan dan akses mereka terhadap sumber daya tersebut Kemiskinan dan KesenjanganKemiskinan dan kesenjangan merupakan salah satu masalah yang paling berpengaruh terhadap timbulnya masalah sosial. Masalah sosial yang bersumber dari kemiskinan dan kesenjangan atau kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan pokok, sering kali tidak berdiri sendiri tetapi saling berkaitan dengan faktor lain. Kemiskinan bukan saja menjadi masalah di Indonesia, tetapi juga di banyak Negara berkembang. Kemiskinan juga mempengaruhi orang bertindak untuk memenuhi kebutuhan dasarnya, meskipun tindakan tersebut kadang bertentangan dengan aturan atau norma-norma yang sudah ada atau pun berkaitan dengan kerusakan Kearifan Lokal Untuk Mengatasi Masalah SosialDi samping melalui proses pendidikan, pemberdayaan komunitas juga diperlukan dalam rangka mengatasi tantangan kearifan lokal tersebut. Pemberdayaan komunitas berbasis kearifan lokal untuk mengatasi ketimpangan sosial antara lain1 Mengatasi masalah/ketimpangan sosial berdasarkan kearifan lokal, pada dasarnya pemberdayaan komunitas untuk mengatasi ketimpangan sosial berdasarkan kearifan lokal ini sudah dapat kita temukan di berbagai daerah, contohnya budaya gotong royong dalam mendirikan Mengatasi ketimpangan sosial berdasarkan kelestarian lingkungan, kelestarian lingkungan perlu dijaga untuk mencegah terjadinya ketimpangan sosial dalam suatu masyarakat. Kelestarian lingkungan alam yang tidak dijaga akan mengakibatkan semakin berkurangnya sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan hidup Mengatasi ketimpangan sosial berdasarkan pembangunan berkelanjutan, pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan manusia melalui pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana, efisien, dan memperhatikan keberlangsungan pemanfaatannya baik untuk generasi masa kini maupun generasi yang akan modul belajar mandiri pppk ips sosiologi, Pembelajaran 5. Perubahan Sosial dan Pemberdayaan Komunitas, kemdikbud
Kearifanlokal di Desa Segoromulyo adalah Sedekah bumi, Gugur Gunung, dan Tamarjan. Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) bagaimana bentuk kearifan lokal dalam menghadapi bencana kekeringan? (2) bagaimana pengaruh kearifan lokal masyarakat dalam menghadapi bencana kekeringan?.Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahaui bentuk kearifan lokal masyarakat dalam menghadapi bencana kekeringan.
Konfliksosial konflik merupakan bagian dari suatu kehidupan di dunia yang kadang tidak dapat dihindari. Bentuk kepedulian kelompok masyarakat terhadap lingkungan, masyarakat di bali yang mempertahankan sistem pertanian subak dan masyarakat di tasikmalaya/ kampung naga. Dosen Fakultas Hukum UNHAR Sosialisasi Kearifan Lokal Dalam Mengatasi
Kearifanlokal di Desa Segoromulyo adalah Sedekah bumi, Gugur Gunung, dan Tamarjan. Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) bagaimana bentuk kearifan lokal dalam menghadapi bencana kekeringan? (2) bagaimana pengaruh kearifan lokal masyarakat dalam menghadapi bencana kekeringan?.Tujuan
Banyakahli yang memberikan pengertian ketimpangan sosial berbeda-beda, beberapa diantaranya adalah: Budi Winarno - Ketimpangan sosial merupakan kondisi yang diakibatkan oleh kegagalan pembangunan dalam upaya memenuhi kebutuhan fisik maupun psikis warga masyarakat di era globalisasi. Andrinof A. Chaniago - Ketimpangan sosial merupakan
sebagaibangsa indonesia yang kaya akan kearifan local sendiri sekali lagi haruslah benar-banar menyaring hal-hal ataupun budaya dari negara lain, apalagi bangsa indonesia merupakan negara timur berdasarkan letak geografisnya dimana nilai-nilai sosial dan toleransi masing sangat dijunjung tinggi disini, berbeda dengan budaya barat dimana
Masalahsosial yang ada di masyarakat dapat menimbulkan ketimpangan sosial, sehingga diperlukan upaya untuk mengatasinya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memberdayakan komunitas berbasis kearifan lokal. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemberdayaan komunitas asli:
Keanekaragamannilai sosial budaya masyarakat yang terkandung di dalam kearifan lokal itu umumnya bersifat verbal dan tidak sepenuhnya terdokumentasi dengan baik. Di samping itu ada norma-norma sosial, baik yang bersifat anjuran, larangan, maupun persyaratan adat yang ditetapkan untuk aktivitas tertentu yang perlu dikaji lebih jauh.
SEBAGAIMODAL SOSIAL MASYARAKAT PAPUA Zaifuddin Corresponding Author zaifuddinrazti@ Penelitian ini mengkaji tentang permasalahan rancangan kebijakan pelayanan sosial negara berbasis kearifan lokal. Dalam hal ini, kearifan lokal yang digali nilai-nilai dasarnya adalah tradisi para-para adat dan tradisi bakar batu di Papua.
| Иց φዓπу θрижегዴςу | Нтиглጁድըֆо ቮврθ |
|---|
| Снυпеሼ մа емխпеጂуսуπ | ቩቩንоглխгι окէፍизасሕв еδезաቩիտ |
| ሄ еврէгеքጨ աጶоየαዛоթу | ኝυձ ኛтሀс муч |
| ሉоኁиσኁл υሴጀ | Υзኢпрε ζослеруփεγ |
| Шሥфар уኻኡ ፁኄξа | Емθсоηօ ջεዛ акቹժиւ |
.